Masyaallah Perempuan lansia asal Sulawesi Selatan itu disebut-sebut sebagai ikon “Mekah Route” tahun ini setelah kisah perjuangannya menabung selama hampir 20 tahun demi bisa menunaikan ibadah haji menyentuh hati banyak orang.

Tags

Masyaallah Perempuan lansia asal Sulawesi Selatan itu disebut-sebut sebagai ikon “Mekah Route” tahun ini setelah kisah perjuangannya menabung selama hampir 20 tahun demi bisa menunaikan ibadah haji menyentuh hati banyak orang.

Di usianya yang telah senja, Nenek Jumariah akhirnya berhasil menginjakkan kaki di Tanah Suci setelah bertahun-tahun bekerja sebagai buruh sawah dan kebun. Dengan suara lirih dan mata berkaca-kaca, ia menceritakan bagaimana setiap hari dirinya berangkat ke sawah sejak pagi membawa bekal air minum setengah liter. “Kerja sawah, mencangkul. Kalau panen padi saya jual sedikit-sedikit lalu saya simpan,” ujarnya saat ditemui di Madinah. Uang hasil panen dan upah bekerja di kebun tidak pernah langsung dihabiskan. Nenek Jumariah memilih menyisihkan sedikit demi sedikit uangnya, mulai dari Rp20 ribu hingga Rp200 ribu, lalu menyembunyikannya di dalam ember yang diletakkan di bawah tempat tidur dan ditutup kain agar tidak diketahui orang Kalau sudah dapat uang, saya simpan di ember. Tidak pernah saya ambil lagi,” katanya. Bahkan ketika hidup dalam keterbatasan, ia tetap mempertahankan tabungan hajinya.