Putin Terancam Dikudeta hingga Dibunuh, Paspampres Perketat Keamanan

Tags

Rusia dalam Tekanan Tinggi! Putin Terancam Dikudeta hingga Dibunuh, Paspampres Perketat Keamanan

Situasi politik internal Rusia dilaporkan tengah berada dalam tekanan tinggi di tengah perang yang masih berlangsung di Ukraina. Sebuah laporan intelijen Eropa mengungkap meningkatnya kekhawatiran Presiden Vladimir Putin terhadap potensi ancaman pembunuhan dan upaya kudeta dari dalam lingkar kekuasaan. Menurut laporan yang dikutip sejumlah media internasional, Kremlin telah secara signifikan memperketat sistem keamanan di sekitar Putin. Langkah ini dilakukan setelah serangkaian pembunuhan terhadap sejumlah pejabat militer Rusia, yang memicu kekhawatiran akan instabilitas di tingkat elite. Dalam upaya mengantisipasi ancaman, pengawasan diperluas hingga ke lingkungan terdekat presiden. Sistem pemantauan dilaporkan dipasang di rumah staf dekat Putin, sementara akses terhadapnya diperketat dengan prosedur pemeriksaan berlapis bagi setiap orang yang akan bertemu langsung. Selain itu, individu yang bekerja dekat dengan Putin, termasuk pengawal, staf dapur, hingga fotografer, disebut tidak diperbolehkan menggunakan transportasi umum. Mereka juga diwajibkan menggunakan perangkat komunikasi tanpa akses internet guna mencegah kebocoran informasi sensitif. Laporan tersebut, seperti dikutip dari WN, Selasa (5/5/2026) juga menyebut bahwa Putin memiliki kekhawatiran khusus terhadap ancaman serangan menggunakan drone. Namun, risiko terbesar justru disebut berasal dari dalam negeri, termasuk dari figur yang pernah menjadi sekutunya sendiri. Nama Sergei Shoigu, mantan Menteri Pertahanan yang kini menjabat Sekretaris Dewan Keamanan Rusia, disebut dalam laporan sebagai salah satu figur yang memiliki pengaruh kuat di militer dan berpotensi terkait risiko kudeta, meski tidak disertai bukti konkret. Situasi semakin kompleks setelah penangkapan Ruslan Tsalikov, mantan wakil Shoigu, pada awal Maret. Langkah ini dinilai sebagai retaknya kesepakatan tidak tertulis di antara elite Rusia, yang berpotensi memicu ketegangan internal lebih lanjut. Dalam konteks yang lebih luas, kondisi ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan terhadap pemerintahan Rusia akibat perang di Ukraina. Selain korban jiwa yang terus bertambah, beban ekonomi juga menjadi sumber ketidakpuasan di dalam negeri. Laporan tersebut juga mengindikasikan perubahan signifikan dalam pola aktivitas Putin sejak perang dimulai pada 2022. Ia disebut semakin jarang tampil di depan publik dan lebih banyak menghabiskan waktu di lokasi yang dijaga ketat, termasuk bunker yang telah diperkuat keamanannya. Untuk menjaga citra stabilitas, Kremlin dilaporkan kerap merilis rekaman video atau foto yang telah direkam sebelumnya guna menunjukkan aktivitas presiden kepada publik. Meski informasi ini belum dapat diverifikasi secara independen, laporan tersebut memperlihatkan potensi dinamika internal yang kompleks di Rusia, di mana tekanan eksternal akibat perang berkelindan dengan ketegangan di dalam lingkar kekuasaan.