Suka atau tidak, sejumlah insiden kereta kerap terjadi di perlintasan yang tidak resmi. Titik-titik ini sering kali muncul tanpa pengamanan memadai, sehingga menjadi rawan bagi pengguna jalan maupun perjalanan kereta itu sendiri. Kondisi ini terus berulang dan menjadi persoalan klasik yang belum sepenuhnya terselesaikan. Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, mengungkapkan bahwa banyak perlintasan liar justru dikelola atau “dikuasai” oleh oknum organisasi masyarakat
maupun warga setempat. Praktik ini membuat penertiban menjadi tidak mudah, karena ada kepentingan tertentu yang bermain di lapangan. Akibatnya, upaya penutupan yang dilakukan kerap menemui hambatan. Bahkan, menurut Bobby, tidak jarang perlintasan yang sudah ditutup kembali dibuka oleh warga. Alasannya sederhana, karena jika ditutup, mereka harus memutar lebih jauh untuk melintas. Situasi ini menunjukkan adanya tarik-menarik antara kebutuhan akses masyarakat dan aspek keselamatan, yang hingga kini masih menjadi tantangan besar bagi semua pihak.Home
Unlabelled
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, mengungkapkan bahwa banyak perlintasan liar justru dikelola atau “dikuasai” oleh oknum organisasi masyarakat
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, mengungkapkan bahwa banyak perlintasan liar justru dikelola atau “dikuasai” oleh oknum organisasi masyarakat
Tags
